Home Top Ad

Breaking News

‎Ruwah Desa (Bersih Desa) Ketimang, Warga Gelar Syukuran dan Ziarah Leluhur | Dan Pikul Sebagai Tumpeng Sebagai Rasa syukur. ‎

 

Foto: adalah dari semua kegiatan yang dilakukan oleh para warga masyarakat nampak antusias dalam mengikuti rutinitas tahunan Ruwah Desa (Bersih Desa)

SIDOARJO, Kanalberitanews.my.id– Dalam rangka memperingati tradisi tahunan Ruwah Desa (Bersih Desa), masyarakat Desa Ketimang, Kecamatan , Kabupaten , menggelar syukuran dan ritual penghormatan kepada para leluhur babat desa.

‎Sejak pagi hari, warga berbondong-bondong mendatangi dua makam yang diyakini sebagai makam keramat para sesepuh desa, yakni Mbah Temu dan Mbah Kerto

Tradisi ini menjadi wujud penghormatan atas jasa para leluhur yang telah membuka dan membangun Desa Ketimang hingga berkembang seperti sekarang.

‎Dalam prosesi tersebut, masyarakat membawa berbagai tumpeng besar serta aneka hasil bumi. Mulai dari makanan ringan, bahan pokok kebutuhan dapur, nasi tumpeng, hingga hasil panen sendiri dibawa sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

‎Tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar warga. Kebersamaan dan semangat gotong royong tampak kental saat seluruh elemen masyarakat terlibat menyukseskan kegiatan tersebut.

‎Kepala Desa Ketimang, Abdul Wahab, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa Ruwah Desa bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk mengingat sejarah berdirinya desa serta menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda. Minggu tgl 15/20/2026.

‎“Kita wajib menghormati para leluhur, Mbah Temu dan Mbah Kerto, yang telah babat alas dan merintis Desa Ketimang. Semoga dengan doa bersama ini, desa kita senantiasa diberi keselamatan, kemakmuran, dan dijauhkan dari segala mara bahaya,” ujarnya.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri panitia penyelenggara H. Rudi Supriyo dari RW 01 dan RW 02, Pemerintah Desa Ketimang, unsur Forkopimda Wonoayu beserta staf, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Ketua RT 01 dan RT 04, tokoh masyarakat Peganggong, serta tokoh agama H. Shaifudin Juhfri yang memimpin doa bersama.

‎Melalui tradisi Ruwah Desa ini, masyarakat Ketimang terus menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan demi kemajuan desa di masa mendatang.(P. Dhe Sulton/Redy)