![]() |
| Pada saat pagelaran wayang kulit di mulai |
SIDOARJO, Kanalberitanews.my.id – Pemerintah Desa Jimbaran Kulon, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, menggelar acara adat tradisional rutinitas tahunan Ruwah Desa (Bersih Desa) yang berlangsung meriah dan penuh khidmat.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada Senin–Selasa, 9–10 Februari 2026, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus pelestarian budaya leluhur.
Pada Senin (9/2/2026), kegiatan diawali dengan syukuran dan doa bersama yang diikuti oleh warga Desa Jimbaran Kulon.
![]() |
| Pasca pelaksanaan wayang kulit dan di lakukan syukuran bersama |
Doa bersama tersebut menjadi simbol harapan agar masyarakat desa senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.
![]() |
| Detik - detik adakan Ruwah desa dan berjiarah kepada Almarhum sesepuh/ Leluhur bersama masyarakat Jimbaran kulon |
Puncak acara digelar pada Selasa (10/2/2026) dengan berbagai hiburan rakyat, di antaranya pagelaran wayang kulit, campursari, dan kesenian jaranan yang disambut antusias oleh masyarakat.
Pagelaran wayang kulit dibawakan oleh Ki Dalang Johan asal Desa Krembung, Sidoarjo, dengan mengangkat lakon “Tumuruning Wahyu Ketenteraman”, yang sarat dengan pesan moral tentang kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Wonoayu Drs. Anwar, unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat lokal dan warga dari desa sekitar.
![]() |
| Nampak kepala desa Romy dan camat Wonoayu Drs Anwar duduk bersama |
![]() |
| Di tempat yang sama pertunjukan campursari. |
Kepala Desa Jimbaran Kulon, Romy Widya Pratama, mengatakan bahwa kegiatan Ruwah Desa merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Ruwah Desa ini adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta doa bersama untuk keselamatan dan ketenteraman seluruh warga Jimbaran Kulon. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan melestarikan budaya adat yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Romy berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin kompak, rukun, dan mampu menjaga nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. (P. Dhe Ton/Red)





