![]() |
| Pasca acara pembukaan rapat dalam kepala desa Slamet memberikan arahan nya. |
SIDOARJO, Kanalberitanews.my.id – Kegiatan turun tanam di Blok Jengglong, Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon, berlangsung pada Rabu (29/04/2026) pukul 19.35 WIB dengan melibatkan berbagai unsur pertanian dan pemerintah desa.
Agenda ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya musim tanam, tetapi juga momentum penguatan kelembagaan petani melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dan rencana integrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hadir dalam kegiatan tersebut penyuluh pertanian lapangan (PPL) Gedangrowo, Ibu Yani, Babinsa setempat, serta Tim Maxxi Tani.
Turut mendampingi pula Ketua Kelompok Tani (Poktan) Bapak Pujo dan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bapak Sholeh, bersama para petani yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani desa.
![]() |
| Nampak hadir juga Babinsa prambon. |
Dalam kesempatan itu, para petani menegaskan bahwa terbentuknya Poktan dan Gapoktan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani Gedangrowo.
Selain itu, dibahas pula arah pengembangan pertanian desa yang ke depan akan didukung oleh Koperasinya Desa Merah Putih sebagai penyedia kebutuhan pertanian, mulai dari sarana produksi hingga distribusi hasil panen.
“Ke depan, koperasi akan menjadi back up utama bagi petani, baik sebagai penyuplai kebutuhan maupun penguat ekonomi desa,” ungkap salah satu perwakilan kelompok tani.
Selain fokus pada penguatan ekonomi, para petani juga diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah yang dapat mengganggu sistem pengairan sawah.
![]() |
| Tanya jawab dan saling berkeluh kesah dalam pemberian tukar pikiran kepada ketua Poktan Gedangrowo. |
Terkait program PUAP, disampaikan bahwa total dana yang dikelola mencapai Rp100 juta dari APBN, ditambah dana sumbangan sebesar Rp9 juta.
Berdasarkan laporan tahun 2025, dana yang masih tersimpan di rekening PUAP sebesar Rp11 juta. Seluruh penggunaan dana disebut telah sesuai dengan kebutuhan petani serta dialokasikan untuk berbagai pembiayaan usaha tani.
“Secara monitoring dan evaluasi, penggunaan dana sebesar Rp109 juta berjalan seimbang dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan,” jelas pengurus Gapoktan.
Kepala Desa Gedangrowo, Slamet, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Ia juga menekankan pentingnya mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
“Semua yang kita lakukan ini untuk kepuasan masyarakat desa, khususnya para petani. Kita terus berupaya mencari solusi terbaik atas setiap kendala yang ada di lahan pertanian,” ujarnya.
Kegiatan turun tanam ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi musim tanam tahun ini, sekaligus memperkuat kolaborasi antara petani, pemerintah desa, dan lembaga pendukung dalam mewujudkan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan di Gedangrowo. (Y4N/Red)


