![]() |
| Pada saat pemberitaan tausiyah KH. Nurkholis Yahya. |
SIDOARJO, Kanalberitanews.my.id-Dalam rangka memperingati Ruwah Desa Gedangrowo, Kec. Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Desa Gedangrowo menggelar pengajian umum sebagai bentuk rutinitas tahunan dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus mengenang jasa para leluhur desa.
Tradisi ruwah desa di setiap wilayah memiliki makna dan pelaksanaan yang berbeda-beda. Sebagian desa memaknainya melalui adat tradisional seperti pagelaran wayang kulit, sementara desa lainnya memilih kegiatan bernuansa religius.
Hal tersebut mencerminkan sejarah dan spiritualitas masing-masing desa sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.
![]() |
| Nampak kepala desa Gedangrowo Selamet ikut dalam partisipasi pengajian umum di barisan para jama'ah lainya |
Seperti halnya di Desa Gedangrowo, peringatan ruwah desa dilaksanakan dengan menggelar pengajian umum yang dipusatkan di Pendopo Kantor Desa Gedangrowo, pada Minggu malam, 8 Februari 2026, sekitar pukul 20.05 WIB.
Selain pengajian umum di tingkat desa, tradisi syukuran juga rutin dilaksanakan di setiap dusun setiap tahunnya.
Pengajian tersebut diisi tausiyah oleh KH. Nurkholis Yahyah, yang disambut antusias oleh warga. Terlihat masyarakat berbondong-bondong menghadiri acara sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan dalam menjaga tradisi desa.
Acara ruwah desa ini turut dihadiri oleh unsur LPMD, BPD, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Kecamatan Prambon, yang bersama-sama menjaga kelancaran dan kondusivitas kegiatan hingga selesai.
Usai pengajian umum, Selamet, selaku perwakilan desa, menyampaikan kepada awak media bahwa kegiatan ruwah desa merupakan agenda rutin yang akan terus dijaga dan dilestarikan.
“Ruwah desa ini adalah tradisi turun-temurun yang menjadi sarana bersyukur kepada Allah SWT sekaligus mendoakan para leluhur. Kami berharap kegiatan ini dapat terus mempererat kebersamaan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Desa Gedangrowo,” ujarnya.
![]() |
| Warga masyarakat nampak antusias dalam acara pengajian umum (Ruwah desa) |
Kegiatan berlangsung dengan khidmat, aman, dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya nilai religius serta kearifan lokal yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Gedangrowo.(Y4N/Red)


